Di Santo Borromeus
Burung-burung pipit terbang rendah
di antara ketapang kencana yang redup
ia mencuri-curi langkah kecil
dari kakinya yang mengepak-ngepak
pelan
Sayap-sayap kehidupan
hinggap di tangkai rumput yang tercacah
Sepasang tangan khidmat menelusuri
anak kehidupan yang ranum
gairah yang hijau, di dunia yang asing
Di Santo Borromeus
kita menemui nasib kehidupan
yang keras menampar
meski bukan pes ataupun sampar
dan kita tahu
menerima nasib adalah yang nisbi
tanpa cinta kasih sebagai teladan
tanpa kredo pada setiap kemungkinan
ketiadaannya adalah sakrilegi
penderitaan bagi diri kita sendiri
Maka di Santo Borromeus
kita belajar menyusun harapan
sekali lagi
September—Oktober, 2025
